Kolaborasi Poltekkes Maluku dan RSUP Leimena Perkuat Kompetensi Nakes Melalui Pelatihan BTCLS

  • Ifah Kutarumolas
  • Disukai 0
  • Dibaca 11 Kali

Ambon, 6 April 2026– Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Maluku terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan melalui kerja sama strategis bersama RSUP dr. Johannes Leimena. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pelatihan Basic Trauma and Cardiac Life Support (BTCLS) yang berlangsung pada 6–11 April 2026 secara blended learning.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kompetensi tenaga keperawatan, khususnya dalam menangani kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan respons cepat dan tepat. Pelatihan BTCLS tidak hanya berfokus pada penguatan teori, tetapi juga menitikberatkan pada keterampilan praktis melalui simulasi kasus dan skill station yang dirancang menyerupai kondisi nyata di lapangan.

Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, dr. Betty Antoneta Saertian, S.Pd., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Ia menyampaikan bahwa tenaga kesehatan, terutama perawat, dituntut untuk memiliki kompetensi yang komprehensif dalam menghadapi berbagai situasi darurat yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, pelatihan BTCLS memberikan bekal penting bagi peserta untuk mampu melakukan penanganan awal pada kasus trauma dan henti jantung secara profesional. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat langsung diimplementasikan dalam praktik pelayanan sehari-hari.

Apresiasi juga disampaikan kepada RSUP dr. Johannes Leimena yang telah menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan pelatihan ini. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit dinilai sangat penting dalam menciptakan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap kerja. Status Unit Pengembangan Kompetensi Poltekkes Maluku yang telah terakreditasi paripurna menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung keberhasilan pelatihan ini.

Direktur menambahkan bahwa kerja sama yang terjalin tidak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi diharapkan dapat terus berkembang dalam berbagai program pengembangan kapasitas tenaga kesehatan di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayah Maluku yang membutuhkan tenaga profesional yang unggul dan berdaya saing.

Direktur Utama RSUP dr. Johannes Leimena, drg. Saraswati, MPH dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin tinggi, sehingga tenaga kesehatan harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan.

Pentingnya pelatihan seperti BTCLS dinilai sangat relevan dalam mendukung kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Kesempatan mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh peserta sebagai bagian dari pengembangan profesionalisme.

Dukungan terhadap Poltekkes Kemenkes Maluku juga disampaikan oleh pihak RSUP Leimena, terutama atas capaian akreditasi paripurna yang diraih oleh Unit Pengembangan Kompetensi. Capaian tersebut menjadi bukti kualitas institusi dalam menyelenggarakan pelatihan yang terstandar dan berkualitas.

Pelatihan BTCLS ini diikuti oleh tenaga keperawatan yang berasal dari berbagai unit pelayanan kesehatan. Rangkaian kegiatan meliputi pemberian materi teori, praktik keterampilan, simulasi kasus kegawatdaruratan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta.

Harapan besar disampaikan oleh kedua pimpinan institusi agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Sinergi antara Poltekkes Kemenkes Maluku dan RSUP dr. Johannes Leimena diharapkan mampu menjadi model kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan di wilayah timur Indonesia.

Upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan seperti ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan. Tenaga kesehatan yang terlatih dan kompeten menjadi kunci utama dalam menyelamatkan nyawa pasien serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Melalui pelatihan BTCLS ini, Poltekkes Kemenkes Maluku kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan kesehatan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan.