Poltekkes Kemenkes Maluku Susun VMTS Prodi DIII Gizi, Libatkan Stakeholder dan Mitra

  • Wenlly
  • Disukai 0
  • Dibaca 6 Kali
asa

Ambon, — Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Maluku melalui Program Studi DIII Gizi melaksanakan penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) sebagai langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan program studi. Kegiatan ini dikawal langsung oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes Maluku, Dr. Saidah Rauf, S.Kep., M.Kep.

Penyusunan VMTS dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kota Ambon, organisasi profesi PERSAGI, rumah sakit, puskesmas, pengguna lulusan, alumni, dosen, hingga mahasiswa. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan rumusan VMTS Prodi DIII Gizi selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan kesehatan nasional, serta karakteristik kebutuhan kesehatan masyarakat di Maluku.

Dalam proses penyusunan tersebut, Wadir I turut memberikan arahan dan masukan terkait sinkronisasi VMTS program studi dengan VMTS institusi serta penguatan keunggulan Poltekkes Kemenkes Maluku. Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian adalah bagaimana mandat pengembangan kesehatan paru dapat diimplementasikan secara tepat pada tingkat program studi dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan permasalahan kesehatan di wilayah Maluku.

“SUP kesehatan paru merupakan mandat Kementerian Kesehatan untuk Poltekkes Kemenkes Maluku. Karena itu, implementasinya pada tingkat program studi perlu disesuaikan dengan hasil analisis situasi lokal, sehingga dapat mempertemukan antara keunggulan kesehatan paru dengan permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di wilayah masing-masing,” demikian arah pembahasan yang disampaikan dalam forum.

Rumusan VMTS Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja

Dalam forum tersebut, Prodi DIII Gizi merumuskan visi untuk menghasilkan lulusan Ahli Madya Gizi sebagai nutrisionis terampil yang unggul dan inovatif dalam bidang kesehatan paru serta memiliki daya saing global pada tahun 2039.

Visi keilmuan Prodi DIII Gizi diarahkan pada pengembangan asuhan gizi klinik, gizi masyarakat, dan penyelenggaraan makanan berbasis kearifan lokal dalam penanganan gangguan kesehatan dengan penekanan pada kesehatan paru.

Rumusan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam misi yang mencakup penyelenggaraan pendidikan Diploma Tiga Gizi yang bermutu, pengembangan penelitian terapan di bidang kesehatan paru berbasis kearifan lokal, pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil penelitian, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan tridharma dan pendayagunaan lulusan.

Stakeholder Berikan Masukan Strategis

Kegiatan yang dikawal oleh Wadir I tersebut juga menjadi ruang dialog antara institusi pendidikan dengan stakeholder. Berbagai masukan diberikan untuk memastikan lulusan Prodi DIII Gizi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.

Ketua DPD PERSAGI Maluku, Muhamad Asrar, SKM., MPH, misalnya, mendorong penguatan kompetensi mahasiswa pada bidang penyelenggaraan makanan institusi, khususnya dalam menghadapi kebutuhan tenaga gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan kompetensi food service dan pemahaman penerapan HACCP pada SPPG juga menjadi salah satu perhatian dalam diskusi.

Dari fasilitas pelayanan kesehatan, stakeholder juga memberikan masukan terkait penguatan pengalaman praktik mahasiswa. Sarjiyah, A.Md.Gz dari RSU Al-Fatah mengusulkan adanya petunjuk teknis terkait mata kuliah penciri kesehatan paru yang dapat digunakan mahasiswa dalam pelaksanaan asuhan gizi selama praktik klinis di rumah sakit.

Sementara itu, sejumlah tenaga gizi puskesmas menyoroti perlunya penguatan waktu dan pengalaman praktik lapangan agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih memadai dalam melakukan intervensi gizi di masyarakat. Materi Integrasi Layanan Primer (ILP), khususnya terkait tenaga gizi, juga diusulkan untuk diperkuat dalam pembelajaran maupun pembekalan mahasiswa sebelum turun ke lapangan.

Dorong Lulusan Adaptif terhadap Digitalisasi

Masukan juga datang dari alumni. Inggried Wattimury, S.Gz, alumni Poltekkes Kemenkes Maluku yang bekerja di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon, mendorong penguatan pemahaman mahasiswa mengenai kesehatan paru dalam penerapan gizi klinik melalui praktik lapangan dan latihan studi kasus. Selain itu, mahasiswa dinilai perlu mendapatkan penguatan kompetensi dalam pemanfaatan sistem digital untuk dokumentasi pelayanan gizi di rumah sakit.

Berbagai masukan yang dihimpun dari stakeholder juga menunjukkan harapan agar lulusan Prodi DIII Gizi memiliki karakter unggul, inovatif, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan digitalisasi di bidang gizi.

Langkah Strategis Menuju Penguatan Mutu Prodi

Kegiatan penyusunan VMTS Prodi DIII Gizi ini menghasilkan rumusan awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dan diperdalam melalui forum bersama program studi.

Pengawalan langsung oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik menjadi bagian penting dalam memastikan proses penyusunan VMTS berjalan searah dengan kebijakan dan visi institusi. Dengan melibatkan stakeholder secara luas, Poltekkes Kemenkes Maluku terus mendorong penguatan mutu akademik dan memastikan pengembangan Prodi DIII Gizi tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dunia kerja, perkembangan kebijakan kesehatan, serta tantangan pendidikan vokasi di masa depan.