Poltekkes Kemenkes Maluku Susun VMTS Prodi DIII Gizi, Libatkan Stakeholder dan Mitra
asa
Ambon, —
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Maluku melalui Program Studi DIII
Gizi melaksanakan penyusunan Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) sebagai
langkah strategis dalam memperkuat arah pengembangan program studi. Kegiatan
ini dikawal langsung oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Poltekkes Kemenkes
Maluku, Dr. Saidah Rauf, S.Kep., M.Kep.
Penyusunan VMTS dilaksanakan
secara daring melalui Zoom dan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan,
mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Dinas Kesehatan Kota Ambon,
organisasi profesi PERSAGI, rumah sakit, puskesmas, pengguna lulusan, alumni,
dosen, hingga mahasiswa. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian
penting untuk memastikan rumusan VMTS Prodi DIII Gizi selaras dengan kebutuhan
dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, kebijakan kesehatan nasional, serta
karakteristik kebutuhan kesehatan masyarakat di Maluku.
Dalam proses penyusunan
tersebut, Wadir I turut memberikan arahan dan masukan terkait sinkronisasi VMTS
program studi dengan VMTS institusi serta penguatan keunggulan Poltekkes
Kemenkes Maluku. Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian adalah
bagaimana mandat pengembangan kesehatan paru dapat diimplementasikan
secara tepat pada tingkat program studi dengan tetap mempertimbangkan kondisi
dan permasalahan kesehatan di wilayah Maluku.
“SUP kesehatan paru merupakan
mandat Kementerian Kesehatan untuk Poltekkes Kemenkes Maluku. Karena itu,
implementasinya pada tingkat program studi perlu disesuaikan dengan hasil
analisis situasi lokal, sehingga dapat mempertemukan antara keunggulan
kesehatan paru dengan permasalahan kesehatan yang menjadi prioritas di wilayah
masing-masing,” demikian arah pembahasan yang disampaikan dalam forum.
Rumusan VMTS Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja
Dalam forum tersebut, Prodi DIII
Gizi merumuskan visi untuk menghasilkan lulusan Ahli Madya Gizi sebagai
nutrisionis terampil yang unggul dan inovatif dalam bidang kesehatan paru serta
memiliki daya saing global pada tahun 2039.
Visi keilmuan Prodi DIII Gizi
diarahkan pada pengembangan asuhan gizi klinik, gizi masyarakat, dan
penyelenggaraan makanan berbasis kearifan lokal dalam penanganan gangguan
kesehatan dengan penekanan pada kesehatan paru.
Rumusan tersebut kemudian
diterjemahkan ke dalam misi yang mencakup penyelenggaraan pendidikan Diploma
Tiga Gizi yang bermutu, pengembangan penelitian terapan di bidang kesehatan
paru berbasis kearifan lokal, pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil
penelitian, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung
pelaksanaan tridharma dan pendayagunaan lulusan.
Stakeholder Berikan Masukan Strategis
Kegiatan yang dikawal oleh Wadir
I tersebut juga menjadi ruang dialog antara institusi pendidikan dengan
stakeholder. Berbagai masukan diberikan untuk memastikan lulusan Prodi DIII
Gizi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Ketua DPD PERSAGI Maluku,
Muhamad Asrar, SKM., MPH, misalnya, mendorong penguatan kompetensi mahasiswa
pada bidang penyelenggaraan makanan institusi, khususnya dalam menghadapi
kebutuhan tenaga gizi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan
kompetensi food service dan pemahaman penerapan HACCP pada SPPG juga
menjadi salah satu perhatian dalam diskusi.
Dari fasilitas pelayanan
kesehatan, stakeholder juga memberikan masukan terkait penguatan pengalaman
praktik mahasiswa. Sarjiyah, A.Md.Gz dari RSU Al-Fatah mengusulkan adanya
petunjuk teknis terkait mata kuliah penciri kesehatan paru yang dapat digunakan
mahasiswa dalam pelaksanaan asuhan gizi selama praktik klinis di rumah sakit.
Sementara itu, sejumlah tenaga
gizi puskesmas menyoroti perlunya penguatan waktu dan pengalaman praktik lapangan
agar mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih memadai dalam melakukan
intervensi gizi di masyarakat. Materi Integrasi Layanan Primer (ILP), khususnya
terkait tenaga gizi, juga diusulkan untuk diperkuat dalam pembelajaran maupun
pembekalan mahasiswa sebelum turun ke lapangan.
Dorong Lulusan Adaptif terhadap Digitalisasi
Masukan juga datang dari alumni.
Inggried Wattimury, S.Gz, alumni Poltekkes Kemenkes Maluku yang bekerja di RSUD
Dr. M. Haulussy Ambon, mendorong penguatan pemahaman mahasiswa mengenai
kesehatan paru dalam penerapan gizi klinik melalui praktik lapangan dan latihan
studi kasus. Selain itu, mahasiswa dinilai perlu mendapatkan penguatan
kompetensi dalam pemanfaatan sistem digital untuk dokumentasi pelayanan gizi di
rumah sakit.
Berbagai masukan yang dihimpun
dari stakeholder juga menunjukkan harapan agar lulusan Prodi DIII Gizi memiliki
karakter unggul, inovatif, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan
digitalisasi di bidang gizi.
Langkah Strategis Menuju Penguatan Mutu Prodi
Kegiatan penyusunan VMTS Prodi
DIII Gizi ini menghasilkan rumusan awal yang selanjutnya akan dilanjutkan dan
diperdalam melalui forum bersama program studi.
Pengawalan langsung oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik menjadi bagian penting dalam memastikan proses penyusunan VMTS berjalan searah dengan kebijakan dan visi institusi. Dengan melibatkan stakeholder secara luas, Poltekkes Kemenkes Maluku terus mendorong penguatan mutu akademik dan memastikan pengembangan Prodi DIII Gizi tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dunia kerja, perkembangan kebijakan kesehatan, serta tantangan pendidikan vokasi di masa depan.
